Kami Telah Berbuat Sebelum Yang Lain Memikirkannya. PT. Semen Padang

Dibantu CSR Semen Padang, Panen Padi Kelompok Tani Gurun Meningkat 50 Persen

Kelompok Tani Gurun Kudu, Kelurahan Koto Lalang, Kota Padang, begitu sumringah ketika mengetahui bahwa hasil panen padi yang mereka dapatkan, meningkat 50 persen lebih dibandingkan panen sebelumnya.

Tidak hanya itu. Bahkan, para kelompok tani yang dibantu oleh CSR Semen Padang itu juga tidak menyangka bahwa pupuk organik P2O yang mereka pakai, ternyata tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tapi juga mempercepat masa panen.

“Alhamdulillah, setelah memakai pupuk organik, saya bisa memanen padi lebih cepat. Biasanya 110 hari, kali ini dalam waktu 90 hari padi sudah bisa di panen. Hasil panennya juga jauh meningkat dibandingkan sebelumnya,” kata H.Syaiful, anggota Kelompok Tani Gurun Kudu, di sela-sela panen sawahnya di Guru Kudu, Jumat, 1 April 2016.

Panen sebelumnya, sebut Syaiful, jumlah padi yang dipanen di atas lahan seluas 3.000 meter persegi hanya 4,1 ton, sekarang dengan luas lahan yang sama, hasil panen mencapai 6,5 ton. Ia mengaku bahwa pihaknya, akan mensosialisasikan manfaat penggunaan pupuk organik P2O kepada para petani sawah lainnya di Koto Lalang.

Pasalnya, pupuk organik dari bantuan CSR Semen Padang itu tersebut tidak hanya dapat meningkatkan hasil panen dan mempercepat masa panen, tapi juga membuat kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman meningkat.

“Petani-petani lain di daerah ini belum ada yang berani menerapkan penggunaan pupuk organik ini. Namun dengan hasil nyata ini, saya yakini setelah disosialisasikan, maka para petani lainnya akan ikut menerapkan penggunaan pupuk organik,” ujarnya.

H.Syaiful menuturkan bahwa dirinya belajar pertanian bukan hanya di Indonesia, tapi sudah sampai ke Thailand dan India. Di negara-negara seperti itu, sumber daya air sangat kurang. Sementara di Indonesia semuanya berlimpah.

Namun, petani yang juga pemilik toko bahan bangunan di daerah Bandar Buat, Kota Padang itu mengaku prihatin melihat kondisi tanah di daerah persawahan di Koto Lalang yang kurang subur.

Bahkan, kata dia, binatang-binatang di sawah seperti belut, ikan puyu dan lainnya tidak terlihat. “Hal itu diindikasikan akibat rusaknya ekosistem di sawah akibat penggunaan pupuk kimia oleh para petani sawah,” bebernya.

Kepala Biro CSR Semen Padang melalui Kepala Bid. Pemberdayaan Dikkessos Lingkungan Hidup Kasmawati mengatakan, penggunaan pupuk organik tersebut merupakan suatu proyek percontohan yang digagas oleh Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang.

Menurutnya, langkah itu dilakukan agar perekonomian masyarakat semakin meningkat dan warga lebih ramah terhadap lingkungan.

“Program penggunaan pupuk organik ini merupakan langkah nyata dari program yang dilakukan Forum Nagari untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya didampingi staffnya Alfred.

Ia menambahkan, selain di Koto Lalang perogram serupa juga dilakukan di daerah Tarantang dan Batu Gadang. Nantinya, program penggunaan pupuk organik ini akan dipakai untuk seluruh para petani yang tergabung dalam Forum Nagari binaan CSR Semen Padang.

“Untuk tahap awal kita lakukan ditiga lokasi, nanti setelah warga melihat hasilnya baru akan diterapkan diseluruh sawah-sawah warga,” pungkasnya.

Klikpositif.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *